Monday, March 19, 2018

Workshop Kalung Perca Batik, Dari Potongan Kain jadi Kalung Cantik

Awal tahun 2018 kemarin, para pecinta batik dimanjakan dengan event BangWetan Fest 2018. Acara tersebut diadakan di Grand City Convex lantai 1. Batik dari berbagai daerah khususnya Provinsi Jawa Timur ikut menghiasi dan meramaikan acara tersebut. Harga batik yang ditawarkan cukup variatif dan menggoda siapa saja pecinta batik. Setiap hari acara ini juga mengadakan workshop agar para pengunjung turut berpartisipasi. Dian Art, Griya Dizza bersama DPD IWAPI Jawa Timur turut meramaikan acara tersebut dengan mengisi booth selama acara berlangsung dan workshop. Pada acara kali ini, Dian Art mendapatkan amanah dari DPD IWAPI Jawa Timur untuk mengisi materi pembuatan kalung perca batik. Event ini diselenggarakan pada tanggal 25-28 Januari 2018 sedangkan workshop berlangsung pada hari kedua acara yaitu 26 Januari 2018.


Materi workshop yang diberikan kali ini adalah membuat kalung perca batik. Pada awal pembukaan pendaftaran hanya membuka untuk 25 orang saja, akan tetapi antusias yang cukup tinggi membuat tambahan kuota menjadi 35 peserta. Pendaftar workshop terjauh berasal dari Probolinggo. Acara dimulai sore hari pukul 16.00 WIB hingga menjelang sholat Maghrib. Workshop ini tidak dikenakan biaya apapun termasuk bahan dan hasil pelatihan boleh dibawa pulang.


Sebelum acara dimulai, para peserta melakukan registrasi ulang untuk mengambil bahan dan meminjam alat yang sudah disediakan. Mereka yang datang berasal dari berbagai usia dengan tujuan yang sama yaitu menimba ilmu baru. Sebagian besar datang berkelompok karena berangkat dari komunitas yang sama. Sesi foto bersama sebelum acara dimulai juga dilakukan agar para peserta semakin bersemangat mengikuti acara.

Berawal dari sumbu kompor yang dilapisi kain dengan aneka motif dan jahitan yang rapi, kalung perca batik disiapkan. Keunggulan bahan kain perca dibandingkan rantai antara lain mencegah terjadinya alergi. Beberapa orang yang menyukai kalung batik dengan rantai memiliki keluhan tidak cocok dengan logam yang digunakan. Oleh sebab itu, inovasi dengan sumbu yang dilapisi perca mulai digemari masyarakat. Kalung dari perca juga semakin cantik dan etnik dengan manik-manik warna tembaga.

Setelah acara ditutup, para peserta kembali mengadakan sesi foto bersama dengan pengisi acara yaitu Dyan Ekawati. Perbedaannya kali ini, mereka berfoto bersama hasil karya masing-masing dengan wajah penuh keceriaan. Harapan dari acara ini antara lain menumbuhkan semangat kepada para peserta untuk memiliki semangat mengembangkan potensi handycraft sebagai peluang usaha.


Foto bersama sebelum acara dimulai.
 Sumber : Dokumentasi Dian Art

Dyan Ekawati berbagi pengalaman menggeluti usaha
aksesoris. Sumber : Dokumentasi Dian Art

Foto bersama setelah workshop selesai.
 Sumber : Dokumentasi Dian Art

Antusias para peserta mengikuti workshop perca batik.
 Sumber : Dokumentasi Dian Art


No comments:

Post a Comment