Wednesday, July 12, 2017

Pameran Awal Tahun, Momen Peluncuran Produk-Produk Terbaru Dian Art

Produk Dian Art tahun 2017 yang dipasarkan
melalui pameran. Sumber : Dian Art
Trend fashion setiap pergantian musim dan tahun cepat mengalami perubahan. Dian Art sebagai salah satu UMKM yang bergerak di bidang jewellery fashion dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan yang terjadi. Ide-ide yang memunculkan inovasi baru memacu kreatifitas dan skill untuk terus bertambah. Sebagian besar para pelanggan tetap juga turut menyumbangkan inspirasi dan ide untuk terciptanya produk-produk terbaru dari waktu ke waktu.

Salah seorang teman pernah bertanya di tahun 2014,
“Dulu waktu pertama kali muncul, Dian Art hanya mengeluarkan produk dengan harga terjangkau sekitar dua ratus ribu rupiah ke bawah. Saya lihat sekarang banyak produk dengan harga di atas lima ratus ribu bahkan jutaan. Darimana asalnya?”


Jika dilihat dari proses, Dian Art memang baru berupa janin pada akhir tahun 2007 sebagai bisnis sampingan (saat itu bisnis utamanya bidang kuliner). Pada tahun 2009, Dian Art baru memiliki fokus tersendiri sebagai bisnis yang besar potensinya untuk dikembangkan lebih lanjut. Event pameran menjadi ajang utama yang membuat Dian Art mulai dikenal oleh masyarakat dan memperkenalkan produk. Banyaknya permintaan pelanggan yang bervariatif membuat peluang untuk menciptakan kreasi-kreasi baru. Dari sini pengembangan model dan desain produk dimulai. Bahan dan material yang digunakan pun semakin bervariatif.

Tahun 2016 lalu, Dian Art banyak meluncurkan produk-produk dengan bahan baroque mutiara air tawar dari Lombok yang harganya cukup tinggi. Permintaan dari pasar pun pada saat itu cukup besar untuk dipenuhi, sehingga pemasaran yang dilakukan tidak terlalu sulit. Bazar yang diadakan beberapa komunitas pun berhasil menggaet banyak pelanggan dan sangat berpengaruh untuk mendongkrak penjualan. Produk yang paling banyak peminatnya adalah kalung. Baroque mutiara air tawar dari Lombok memiliki bentuk-bentuk tak beraturan namun kilaunya membuat banyak wanita terpesona karena memiliki sifat anggun dan mewah.

Pada tahun 2017, produk terbaru yang diluncurkan adalah pendant scarf (bisa juga untuk kalung) dan bros dari material kuningan. Bahan yang digunakan antara lain batu druzy dan shell. Beberapa ajang pameran yang mendukung pengenalan produk terbaru dan diikuti oleh Dian Art antara lain Indonesia Fashion Week 2017, Jakarta International Jewellery Fair 2017, dan INACRAFT 2017. Ketiga acara tersebut memiliki segmen pengunjung dan pelanggan yang cukup bagus untuk pemasaran produk terbaru.

Bros dan pendant scarf dari kuningan.
Sumber : Dokumentasi Dian Art

Saat pertama kali dipasarkan, respon pasar cukup bagus pada awal tahun sehingga produk ini memiliki kesempatan untuk diproduksi kembali. Koleksi batu druzy yang berasal dari alam memiliki motif dan warna berbeda membuat produk ini semakin eksklusif di mata para pelanggan. Penyebabnya antara lain antara pelanggan satu dengan yang lain tidak akan memiliki produk yang serupa. Batu druzy sendiri juga merupakan batu yang diperoleh dari Kabupaten Pacitan, Prop. Jawa Timur sehingga bahan masih bisa didapatkan dengan mudah. Demikian juga shell maupun mutiara air tawar dari Lombok, meskipun berbeda propinsi kualitas bahan masih diminati oleh pasar.

Selain kalung, produk kedua yang sering jadi best seller adalah bros. Saat ini bros menjadi aksesoris yang paling sering digunakan untuk para muslimah. Harga bros yang diproduksi juga masih bervariasi. Trend fashion muslimah juga ikut mendongkrak penjualan bros. Jika dibandingkan dengan produk lainnya, bros merupakan produk nomer satu yang paling banyak diproduksi setiap tahun oleh Dian Art.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan silver plating, gold plating, maupun silver 925 sebagai material utama pada tahun ini Dian Art menggunakan kuningan. Jika pelanggan menginginkan warna putih, maka produk tersebut akan diberi warna metal plating terlebih dahulu. Dari segi harga jual, penggunaan material kuningan juga lebih terjangkau dibandingkan yang lainnya. Secara kualitas dan kekuatan material, kuningan lebih rapuh.  


No comments:

Post a Comment