Thursday, December 11, 2014

Karang (Coral), Mutiara (Pearl), dan Kerang (Shell)



Mutiara adalah benda yang tidak asing digunakan sebagai perhiasan, namun ada hasil perairan lain yang dapat digunakan yaitu karang dan kerang. Ketiganya terbentuk dari wilayah perairan dimana untuk membuatnya sebagai perhiasan nan cantik perlu peralatan dan cara-cara tertentu. Harga perhiasan yang berasal dari proses biologi biasanya cukup tinggi, hal tersebut juga berlaku untuk karang, mutiara, dan kerang.

Karang, mutiara, dan kerang dihasilkan oleh proses organik (biologi). Pada beberapa kasus, ketiganya mengandung bahan mineral yang sama, seperti kalsit atau aragonit, yang dihasilkan melalui proses anorganik. Proses organik hasilnya biasanya digunakan sebagai perhiasan. Proses organik memiliki komposisi yang sangat bervariasi. Karang, mutiara, dan bentuk kerang merupakan bahan mineral yang dihasilkan oleh proses biologi.

Proses organik biasanya relatif tersebar luas. Kerang air tawar dan organisme laut merupakan bagian dari siklus karbonat dan ekstrak karbon melalui lingkungan dan kembali sebagai sedimen karbonat, baik untuk dimasukkan ke dalam organik lain atau tidak. Proses organik lainnya menggabungkan karbon sebagai komposisi penting. Material organik berasal batuan karbonat yang digunakan sebagai batu bangunan dan pengimbang dan dalam pembuatan semen sedangkan material organik lainnya digunakan untuk membuat ornamen dan perhiasan.
Olahan coral, mutiara, dan shell
 untuk perhiasan koleksi Dian Art

Karang
Menurut legenda Yunani, karang berasal dari tetesan darah ditumpahkan ketika pahlawan mitos Perseus memotong kepala rakasa Medusa. Karang sebenarnya berasal dari bahan skeletal yang dihasilkan oleh hewan laut dan dikenal juga sebagai polip karang. Pada umumnya bahan pembentuk karang adalah kalsium karbonat, tetapi dalam karang hitam dan emas terdapat zat tanduk yang disebut conchiolin. Karang memiliki warna kusam, tetapi dapat dipoles dan dicerahkan.
Karang memiliki warna yang bervariatif. Merah dan merah muda adalah warna karang berharga hanya dapat ditemukan di lautan yang hangat sekitar Jepang dan Malaysia, di perairan pantai Afrika, dan di Laut Mediterania. Warna hitam karang berasal dari Hindia Barat, Australia, dan dari sekitar Kepulauan Pasifik.


Mutiara
Sebuah konkresi yang dibentuk oleh sebuah moluska, material utama mutiara terdiri dari aragonit yaitu bahan yang sama seperti kulit hewan. Sel kerang mensekresi bagian yang terletak di lapisan jaringan tubuh moluska yang disebut mantel. Ketika partikel asing memasuki mantel, sel-sel membangun lapisan konsentris mutiara di sekitarnya. Warna yang dihasilkan bervariasi disesuaikan dengan moluska dan lingkungannya. Setiap warna yang lembut dapat berubah dari hitam menjadi putih, krem, abu-abu, biru, kuning, hijau, lavender, atau ungu muda.
Kalung mutiara air tawar koleksi Dian Art

Jenis mutiara yang terbaik dihasilkan oleh spesies kerang air laut maupun kerang air tawar. Mutiara memiliki nilai dan harga yang diukur dari kilau, warna, dan bentuk. Bentuk mutiara yang paling berharga yaitu berbentuk bulat, memiliki kilau dan warna yang cantik. Mutiara India yang berwarna seperti mawar memiliki harga yang sangat tinggi.

Kerang
Cangkang invertebrata laut menangkap sejumlah besar karbon dalam bentuk aragonit. Sisa-sisanya membentuk bantalan yang luas  dan berupa batuan karbonat. Seperti karang, kerang adalah bahan mineral yang dihasilkan oleh proses biologi. Komponen mineral kerang adalah kalsit atau aragonit, yang keduanya menghasilkan kalsium karbonat. Kerang terbentuk berupa penutup luar yang keras dengan banyak moluska. Proses sekresi terjadi pada lapisan berkapur oleh sel kulit mantel jaringan di dinding tubuh moluska. Moluska kerang berbeda dalam komposisi, jumlah, dan susunan lapisan berkapur. Lapisan ini terbentuk sebagai sifat mikro yang berbeda dengan sifat mekanik dan pada beberapa kerang dapat menghasilkan warna yang berbeda.
Kerang air laut maupun air tawar ada yang digunakan untuk perhiasan. Motif kerang dengan lapisan warna yang berbeda telah diukir sehingga tampak cemerlang telah ditemukan sejak jaman dahulu. Kerang mutiara yang digunakan sebagai kancing oleh masyarakat telah ditemukan sekitar abad ke-19.

Sumber : Nature Guide Rocks and Minerals by Ronald Louis Bonewitz 

No comments:

Post a Comment