Friday, July 7, 2017

Kreasi Peserta Wire Work di Jawa Timur, dari Kawat Tembaga Menjadi Perhiasan Cantik


Foto bersama tim Dian Art dan para peserta yang mendapatkan reward.
 Sumber : Dokumentasi Dian Art
Pada tulisan sebelumnya dimuat tentang pengalaman mengajar wire work pada salah satu kabupaten di Jawa Timur. Sekitar 4 tahun ini minat dan permintaan untuk bergabung dengan kelas dasar maupun lanjutan dengan tema wire work masih cukup tinggi peminatnya. Kami menduga ini juga dampak dari booming bebatuan beberapa tahun lalu. Wire work sendiri merupakan kreasi kerajinan handmade dari kawat tembaga, sebagian yang lain menggunakan kawat dari sterling silver, kuningan, maupun emas. Warna-warna yang dihasilkan tentunya juga berbeda. Harga kawat-kawat tersebut juga menentukan harga jual produk. Kawat tembaga merupakan kawat yang harganya terjangkau dan lebih mudah dijumpai di toko-toko tertentu. Kawat-kawat ini biasanya dipadukan dengan bebatuan, kristal, mutiara, glass beads, dan aneka material lainnya yang menjadikannya sebagai rangkaian aksesoris cantik.



Tulisan kali ini banyak menampilkan gambar dan kreasi para peserta pelatihan dari berbagai tempat dan wilayah. Mereka berasal dari beberapa kabupaten di Jawa Timur. Tujuannya, untuk mengurangi rasa penasaran kepada para pembaca kira-kira materi apa saja yang akan diajarkan. Pada saat kegiatan berlangsung, para peserta biasanya masih awam dalam menggunakan tang. Jika mengikuti materi menjahit, maka wajar jika para peserta tangannya tertusuk jarum. Hal ini tidak jauh berbeda jika masih awal belajar wire. Beberapa peserta biasanya bisa tertusuk kawat ukuran 0,3 karena kurang hati-hati atau kurang rapi saat proses mengikat.

Kegiatan awal yang diajarkan pertama kali adalah memotong dengan tang, membuat loop (lubang), menekuk kawat hingga membentuk S, netting (seperti menganyam), mengikat, dan merapikan hasil pekerjaan agar hasil yang didapatkan juga bagus. Hasil kreasi yang bisa didapatkan antara lain membuat anting-anting, liontin (kalung), bros, cincin, dan gelang. Antusias dan kerjasama peserta sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan acara. Mereka yang sudah bisa hendaknya membantu kawannya yang belum bisa, oleh sebab itu biasanya saat kelas berlangsung dibentuk tim terlebih dahulu dengan kapasitas satu mentor untuk 10-15 orang. Waktu kegiatan biasanya berlangsung selama dua hari. Kreasi terbaik biasanya akan mendapatkan reward. Para peserta juga berfoto dengan hasil kreasi masing-masing dan dibawa pulang.

Salah satu yang menarik dari workshop wire work adalah bagaimana para peserta sangat menikmati hasilnya. Jika kami mengadakan bazar di kabupaten tertentu, mereka yang asing dengan pernak-pernik wire biasanya masih canggung untuk menggunakan produk. Hal ini berbeda saat mereka merangkai hasil kreasinya sendiri. Wajah senang dan bangga terpancar dari raut para peserta. Mereka telah berhasil menyelesaikan sebuah produk baru.

Contoh karya peserta (1). Sumber : Dokumentasi Dian Art


Contoh karya peserta (2). Sumber : Dokumentasi Dian Art

Contoh karya peserta (3). Sumber : Dokumentasi Dian Art

Contoh karya peserta (4). Sumber : Dokumentasi Dian Art
Gambar-gambar tersebut merupakan karya para peserta pemula dalam kelas wire work. Siapapun bisa mempelajarinya asal memiliki semangat yang baik. Masalah utama yang dimiliki para pemula biasanya adalah kerapian. Soal imajinasi dan kreatifitas setiap orang memiliki ciri khas masing-masing. Contoh produk untuk materi pengajaran hanyalah panduan sederhana untuk mengarahkan peserta membuat kreasinya lebih mudah. Arahan yang tepat sangat dibutuhkan karena seringkali peserta kurang memahami tutorial lewat teks. Hal tersebut wajar terjadi karena mereka baru pertama kali melakukannya, jika sudah terbiasa akan tercipta produk dengan inovasi dan kreatifitas luar biasa. Semakin sering belajar, maka tangan-tangan kreatif akan lebih terasah.


No comments:

Post a Comment