Wednesday, July 5, 2017

Belajar Bareng Mahasiswa, OK Aja

Pada tanggal 4 Mei 2017 kemarin, Dian Art sedang kebanjiran tamu-tamu segar. Mengapa kami mengatakan demikian? Karena pada umumnya yang datang ke workshop dan showroom kami biasanya ibu-ibu cantik, namun kali ini yang datang para mahasiswa dan mahasiswi dari Jurusan DKV UK Petra Surabaya. Apa yang mereka pelajari kali ini? Ya membuat manik-manik. Satu set perhiasan dari mutiara air tawar membuat para peserta cukup antusias untuk mengetahui bagaimana cara membuatnya. Pada awalnya, semua akan terasa sulit, apalagi jika tidak terbiasa memakai tang untuk membuat lubang dari kawat. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi para peserta pelatihan. Mereka memang berjiwa muda, namun tidak manja, hal ini menjadi kekaguman tersendiri dari tim mentor. Semangat mereka menjadi wirausaha muda tampak terpancar dengan jelas dari aura masing-masing yang membuat suasana positif mengalir dimana-mana.

Para peserta sibuk merangkai kalung mutiara.
 Sumber : Dokumentasi Dian Art
Para peserta rata-rata masih duduk di semester 5, beberapa dari mereka melontarkan candaan khas anak muda yang membuat suasana menjadi cair dan tidak kaku. Ruangan yang kami pakai untuk belajar memang tidak besar namun cukup untuk menampung semua peserta. Mereka duduk lesehan dengan santai namun serius mengikuti materi yang diajarkan. Sengaja kami memilih material mutiara air tawar karena masih sesuai dengan selera anak muda. Tujuannya, apabila mereka nantinya akan menggeluti wirausaha di bidang ini akan memudahkan pemasaran karena sesuai dengan lingkungan mereka.




Kata orang dahulu, tak kenal maka tak sayang. dua ibu dosen turut mndampingi kegiatan juga turut meramaikan suasana. Keduanya juga ikut serta belajar merangkai manik-manik. Kami juga mengagumi semangat ibu-ibu dosen yang mau membaur dengan para peserta didiknya untuk belajar bersama. Setelah acara selesai, mereka menggunakan hasil karyanya sendiri (kecuali peserta laki-laki). Sebagian besar tampak bangga dengan hasil karyanya, sebagian lagi masih bersemangat untuk belajar lagi untuk memperbaiki kreasinya. Kami bersyukur karena acara bisa berjalan dengan lancar, semua materi bisa dipelajari dalam satu hari. Seharian belajar apa? Ya materi dasar dari merangkai manik-manik. Kalau penasaran, banyak tutorialnya di toko-toko buku yang bisa didapatkan secara offline maupun online dengan nama penulis yang berbeda-beda. Bagi yang mau belajar langsung silakan datang ke workshop kami di Sidoarjo.

Tak lama setelah acara tersebut berlangsung, salah satu peserta bertanya melalui WA dimana cara mendapatkan alat dan bahan seperti saat pelatihan kemarin? Kami menunjukkan beberapa tempat yang bisa dijadikan pilihan untuk berbelanja alat dan bahan craft di Surabaya. Respon-respon demikian membuat kami banyak bersyukur karena apa yang mereka pelajari saat kegiatan, semangatnya masih terbawa saat di luar. Apa kami tidak takut persaingan? Bukankah semakin banyak yang menjadi crafter maka semakin banyak pesaing-pesaing baru yang bermunculan? Kami percaya sepenuhnya bahwa rezeki sudah diatur oleh-Nya, namun tidak dengan amal perbuatan kita. Ilmu yang bermanfaat diharapkan menjadi bekal untuk menghadapi hari esok. Selain itu, semakin banyaknya wirausaha yang bermunculan justru menunjukkan bahwa iklim bisnis dan ekonomi mengalami perbaikan. Jika masih banyak orang yang takut menggeluti bisnis karena takut bangkrut atau tidak prestise maka pembukaan peluang usaha baru juga akan banyak terhambat perkembangannya. Jadi, dampak buruknya justru akan semakin banyak jika kita menutup diri untuk berbagi ilmu.
Berfoto bersama dengan peserta pelatihan di showroom Dian Art.
 Sumber : Dokumentasi Dian Art

No comments:

Post a Comment